ICE BSD City, Tangerang, 18 September 2026 — Indonesian Cage-Free Association (ICFA) kembali berpartisipasi dalam ILDEX Indonesia 2026, yang diselenggarakan pada 16–18 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Ini merupakan partisipasi kedua ICFA dalam ILDEX Indonesia, setelah sebelumnya turut hadir pada penyelenggaraan tahun 2025.
Dalam tiga hari pelaksanaan ILDEX Indonesia 2026, ICFA membuka booth yang menjadi ruang bagi pengunjung untuk mengenal lebih jauh tentang sistem cage-free, kesejahteraan ayam petelur, serta perkembangan industri telur cage-free di Indonesia. Selama pameran, lebih dari 450 pengunjung dari berbagai daerah dan latar belakang mengunjungi booth ICFA. Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan telur cage-free secara langsung kepada masyarakat, ICFA juga membagikan telur bebas sangkar kepada pengunjung. Melalui pengalaman langsung tersebut, pengunjung dapat mengenal produk telur cage-free sekaligus memperoleh informasi mengenai bagaimana telur tersebut dihasilkan.

Selain aktivitas di booth, ICFA menyelenggarakan seminar bertajuk “From Eggs to Value: Understanding Consumer Preferences in Indonesia” pada 17 September 2026. Seminar yang dihadiri sekitar 55 peserta ini menghadirkan dua perspektif, yaitu dari sisi produsen yang disampaikan oleh Anom Yusuf, Producer Engagement Lead Indonesia Global Food Partners, serta dari sisi konsumen yang disampaikan oleh Kristina Yolanda, Ketua Indonesian Cage-Free Association.

Dalam paparannya, Anom menyampaikan bahwa jumlah peternak cage-free di Indonesia terus bertumbuh. Saat seminar berlangsung, sebanyak 55 peternak cage-free telah tergabung sebagai anggota ICFA, dibandingkan hanya dua peternakan sekitar lima tahun lalu. Sebanyak 58% peternak anggota menyebut kesejahteraan hewan sebagai alasan utama menerapkan sistem cage-free. Sejumlah peternak juga terus berinovasi dengan menghadirkan nilai tambah lain pada produknya untuk semakin membedakan telur mereka di pasar.
Dari sisi konsumen, Yolanda sebagai perwakilan dari ICFA memaparkan hasil sementara survei terhadap 1.294 responden. Hasil survei menunjukkan bahwa meskipun kesejahteraan hewan dianggap sebagai salah satu aspek penting dalam kualitas telur, harga masih menjadi pertimbangan utama saat membeli. Namun, tantangan terbesar ternyata bukan hanya harga: 53,8% responden menyebut telur cage-free masih sulit ditemukan.
Tantangan lainnya adalah pemahaman konsumen. Hanya 27,9% responden yang pernah mendengar istilah cage-free dan memahami artinya. Data survei juga menunjukkan bahwa semakin tinggi pemahaman terhadap konsep cage-free, semakin besar kecenderungan konsumen untuk membeli produk tersebut. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pertumbuhan produsen dengan aksesibilitas, visibilitas, dan pemahaman konsumen terhadap telur cage-free. Karena itu, fokus pengembangan cage-free di Indonesia tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana produk dapat lebih mudah ditemukan serta nilai yang ditawarkan dapat dipahami oleh konsumen.
Sebagai salah satu langkah untuk menjembatani kesenjangan tersebut, ICFA akan mengadakan aktivasi konsumen di Farmers Market Margo City Depok pada 24 September–4 Oktober 2026 dan Ranch Market PIM 5 pada 8–18 Oktober 2026, dengan berbagai kegiatan dan promosi untuk memperkenalkan telur cage-free secara langsung kepada konsumen.
Partisipasi ICFA di ILDEX Indonesia 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak di industri perunggasan sekaligus mendorong perkembangan ekosistem cage-free yang semakin terhubung antara produsen, pelaku usaha, dan konsumen.




