Rakernas II ICFA Bahas Peluang dan Strategi Pengembangan Pasar Cage-Free di Indonesia

Surabaya, 11 Juni 2026 – Indonesian Cage-Free Association (ICFA) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II di Surabaya dengan mengusung tema “Cage-free in Indonesia: Understanding the Market and Capturing Opportunities.” Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 50 peternak anggota ICFA dari berbagai daerah di Indonesia serta sekitar 15 perwakilan sponsor yang turut mendukung pengembangan industri cage-free di Indonesia.

Rakernas II ICFA menjadi momentum bagi para peternak untuk berkumpul, bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, serta mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan dalam pengembangan pasar telur cage-free di Indonesia. Seiring meningkatnya perhatian terhadap kesejahteraan hewan dan keberlanjutan, para peternak perlu terus beradaptasi dan memperkuat daya saing produknya agar dapat menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengawas ICFA, Prof. Ali Agus, mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam pengembangan industri cage-free di Indonesia. Menurutnya, komitmen terhadap prinsip-prinsip cage-free harus dijaga secara konsisten agar kepercayaan pasar dapat terus tumbuh. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kolaborasi antaranggota, karena kemajuan industri tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, melainkan melalui upaya bersama untuk mencapai tujuan yang sama. 

Sementara itu, Ketua ICFA, Kristina Yolanda, menyampaikan bahwa meskipun anggota ICFA berasal dari berbagai daerah dan memiliki latar belakang usaha yang beragam, seluruh anggota memiliki tujuan yang sama, yaitu mendorong perkembangan sistem cage-free di Indonesia. Di tengah berbagai tantangan global dan dinamika geopolitik yang turut memengaruhi sektor pangan dan peternakan, kolaborasi menjadi semakin penting. Melalui ICFA, para peternak diharapkan dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan melangkah bersama sebagai satu komunitas yang saling mendukung dalam menghadapi tantangan maupun menangkap peluang yang ada di masa depan.

Pertumbuhan ICFA juga menunjukkan semakin besarnya minat dan komitmen peternak terhadap sistem cage-free di Indonesia. Sejak Musyawarah Nasional (Munas) pertama yang dihadiri oleh 17 peternak anggota, ICFA kini telah berkembang menjadi organisasi dengan sekitar 50 anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai bagian dari agenda utama, Rakernas II menghadirkan seminar bertajuk “Global Insight for Cage-Free Development in Indonesia.” Pada sesi ini, peserta memperoleh wawasan dari Manjunath Marappan dari Happy Hens India mengenai pengalaman dan perkembangan industri cage-free di India. Selain itu, Ferdy Hartanto dari MarkPlus membagikan perspektif mengenai karakteristik konsumen Indonesia serta strategi pemasaran yang dapat diterapkan untuk memperkuat penerimaan produk cage-free di pasar domestik.

 

Sebagai agenda inti Rakernas, seluruh anggota ICFA mengikuti sesi pleno yang membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan organisasi dan pasar cage-free di Indonesia. Forum juga menyoroti pentingnya memahami karakteristik konsumen Indonesia dan membangun pesan pemasaran yang relevan dengan kebutuhan pasar. Selain itu, anggota mendorong penguatan kerja sama dengan sektor perhotelan, ritel, serta berbagai saluran pemasaran lainnya guna membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk telur cage-free anggota ICFA.

Rakernas II ICFA menjadi momentum penting bagi para peternak cage-free Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, menyatukan visi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan dan menangkap peluang pasar di masa mendatang. Melalui semangat kebersamaan dan saling mendukung, ICFA berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan industri cage-free yang berkelanjutan di Indonesia.

 

 

Share the Post:
Facebook
LinkedIn
WhatsApp
X
Telegram

Artikel Terkait