ICFA Dorong Pengenalan Sistem Cage-Free melalui Pelatihan Beternak Ayam Petelur di Kepulauan Riau

Bintan, 13 Agustus 2026 — Seiring berkembangnya sektor pariwisata dan perhotelan di Batam dan Bintan, permintaan terhadap telur ayam bebas sangkar (cage-free eggs) mulai menunjukkan peluang yang semakin besar. Sejumlah hotel dan resort di kawasan ini mulai mencari telur cage-free sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan konsumen serta menerapkan praktik pengadaan pangan yang lebih bertanggung jawab.

Namun, permintaan tersebut saat ini belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh pasokan lokal. Ketersediaan peternak di Batam dan Bintan yang mampu memproduksi telur cage-free masih terbatas, sementara sektor perhotelan membutuhkan pasokan yang konsisten dan kredibel, yang ditunjukkan dengan kepemilikan sertifikasi. Kesenjangan antara kebutuhan pasar dan kesiapan pasokan lokal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan produksi telur cage-free di Batam dan Bintan. Melihat peluang tersebut, Indonesian Cage-Free Association (ICFA) menyelenggarakan “Pelatihan Beternak Ayam Petelur Bebas Sangkar (Cage-Free): Mendorong Pengembangan Pasokan Telur Cage-Free Lokal di Kepulauan Riau pada Kamis, 13 Agustus 2026 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 peserta dari Batam, Bintan, dan Tanjungpinang, yang terdiri dari peternak serta perwakilan dinas dan instansi pemerintah terkait. Menariknya, mayoritas peserta yang hadir masih menggunakan sistem kandang baterai, sehingga pelatihan menjadi ruang untuk memperkenalkan sistem cage-free sekaligus membuka wawasan mengenai peluang pengembangannya.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip dasar dan manajemen pemeliharaan ayam petelur cage-free, sertifikasi kesejahteraan hewan, serta peluang pasar telur cage-free. Peserta juga diajak menganalisis berbagai tantangan penerapan cage-free melalui studi kasus dan interactive workshop.

Melalui kegiatan ini, ICFA tidak hanya mendorong peningkatan pengetahuan teknis peternak, tetapi juga berupaya membangun kapasitas calon dan pelaku peternakan lokal untuk memenuhi permintaan telur cage-free di Kepulauan Riau.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mempertemukan potensi permintaan dari sektor HORECA dengan pengembangan kapasitas produksi lokal, sehingga ke depan semakin banyak peternak di Kepulauan Riau yang mampu berkontribusi dalam menyediakan pasokan telur cage-free bagi pasar lokal.

Share the Post:
Facebook
LinkedIn
WhatsApp
X
Telegram

Artikel Terkait