Tabanan, Bali, 24 Oktober 2026 — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana resmi memperoleh sertifikasi Certified Humane®, menjadikannya distributor telur bebas sangkar pertama yang tersertifikasi di Indonesia. Pencapaian ini menjadi langkah penting dalam perkembangan rantai pasok telur bebas sangkar di Indonesia, khususnya dalam memperluas akses pasar melalui berbagai saluran distribusi, termasuk sektor perhotelan (hospitality), ritel, dan pelaku usaha lainnya.
Certified Humane® merupakan program sertifikasi kesejahteraan hewan yang dikelola oleh Humane Farm Animal Care (HFAC). Program ini menetapkan standar kesejahteraan hewan ternak, termasuk ayam petelur, untuk memastikan praktik pemeliharaan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam program sertifikasi.
Sertifikasi Certified Humane® tidak hanya mencakup peternakan, tetapi juga dapat diterapkan pada distributor yang menangani produk telur. Sertifikasi pada tahap distribusi berperan penting dalam memastikan keterlacakan produk dan menjaga kejelasan asal-usul telur bebas sangkar selama proses distribusi. Dengan demikian, rantai pasok telur bebas sangkar dapat berjalan secara lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan cakupan sertifikasinya.
Sebagai distributor telur bebas sangkar, Perumda Sanjayaning Singasana memiliki peran dalam menghubungkan produsen dengan berbagai segmen pasar. Melalui distribusi ke sektor perhotelan, ritel, dan pelaku usaha lainnya, Perumda berpotensi memperluas ketersediaan telur bebas sangkar sekaligus meningkatkan akses bagi konsumen yang ingin memilih produk yang memperhatikan kesejahteraan ayam petelur.

Kehadiran distributor tersertifikasi menjadi perkembangan positif bagi ekosistem telur bebas sangkar di Indonesia. Selain memperkuat rantai pasok, langkah ini dapat membantu pelaku usaha memperoleh telur bebas sangkar melalui jalur distribusi yang memenuhi persyaratan sertifikasi yang berlaku.
Pencapaian Perumda Sanjayaning Singasana diharapkan dapat mendorong perkembangan pasar telur bebas sangkar sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan ayam petelur dalam sistem produksi pangan. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari peternak dan distributor hingga pelaku industri pangan dan ritel, menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok telur bebas sangkar yang transparan dan berkelanjutan.



